Rabu, 05 Desember 2012


BLOOD GAS ANALYZER

Blood gas analyzer yaitu alat yang digunakan untuk menentukan konsentrasi gas yang ada di dalam darah seperti CO2 dan O2, mengukur pH dan mengukur elektrolit seperti potasium, natrium, zat kapur serta klorid.
Komponen:
Ø Ion Selective Electrode modules
Ø Reagent chambers
Ø Humidifier wells
Ø Sample Input port
Ø Peristaltic Pump
Ø Waste module
STANDAR ELEKTRODA
•      pH modules
Memproduksi berbagai tingkatan keluaran yang sebanding dengan pH sampel  yang sedang dianalisa
•       pCO2 modules
Memproduksi  voltase yang sebanding dengan konsentrasi  CO2  pada sampel.
•       pO2 modul
Menghasilkan  voltase yang sebanding dengan konsentrasi O2 pada  sampel.
•       Acuan Electroda
Menyediakan potensial elektrik yang konstan dan stabil (756mV) yang digunakan sebagai petunjuk untuk mengukur potensial elektrik yang diproduksi oleh setiap pengukuran elektroda.
·        Heater menjaga/mempertahankan  standar elektroda pada suhu 370C
•       Sensor suhu Menunjukan temperatur ketika suhu turun atau naik 2 derajat di atas 370C
•       Udara Alir detector Berada  di tempat masuk atau keluar dari standar elektrooda. Memeriksa adanya udara atau cairan di dalam tabung sampel.
ü Sumber cahaya menghasilkan sinar yang akan melewati tubing ke fotodetektor
ü Fotodetektor dimonitor oleh uP yang memonitor detector udara/cairan jadi dapat mendeteksi pompa peristaltic ketika mulai atau berhenti.
REAGEN STANDAR
v Tempat reagen standar dari dua larutan digunakan untuk mengkalibrasi pH eleektroda dan larutan pencuci.
v Ada dua larutan yang bisa digunakan untuk mengkalibrasi pH elektroda selama proses kalibrasi
v Larutan pencuci digunakan untuk mencuci sampel setelah dianalisis.

DENSITOMETER


Densitometer

Densitometer adalah alat yang didesign untuk mengukur denstitas optik. Densitometer bisa digunakan untuk mengukur densitas tinta printer atau densitas optic sebuah film.
Macam-macam densitometer :
¢ Densitometer transmisi untuk mengukur objek transparan
Densitometer transmisi adalah sebuah cara untuk membaca sinar yang melewati objek transparan oleh sel fotoelektrik atau detector artinya sinar yang ditransmisikan melalui objek.
¢ Densitometer refleksion untuk mengukur densitas optic yang direfleksikan oleh cahaya.
Densitometer adalah sebuah cara untuk membaca sinar yang direfleksikan oleh permukaan objek oleh sel fotoelektrik atau detector .
Komponen :
§  Sumber cahaya yang stabil
§  Optik untuk memfokuskan sinar agar sinar jatuh tepat pada sampel
§  Penyaring untuk menentukan respon spectral unit
§  Detector untuk membaca sinar yang direfleksikan
§  Amplifier logarithmic
§  Layar display
Mekanime kerja :
v Sinari sampel  dari dari sudut 900 dan pembacaan terlihat pada sudut 450 dari permukaan sampel untuk menghindari efek glossy
v Lalu hasil pembacaan refleksi terbaca oleh detector penyaring kemudian dikonversi menjadi suatu fungsi logaritma yang bisa diperbesar dan ditampilkan pada display.

Sabtu, 01 Desember 2012

TUGAS INSTRUMEN VIII


SPEKTROFOTOMETER
Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya yang dilewatkan akan sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet.
Jenis-jenis :
Spektrofotometer dibagi menjadi dua jenis yaitu spektrofotometer single-beam dan spektrofotometer double-beam. Perbedaan kedua jenis spektrofotometer tersebut hanya pada pemberian cahaya, dimana pada single-beam, cahaya hanya melewati satu arah sehingga nilai yang diperoleh hanya nilai absorbansi dari larutan yang dimasukan.Berbeda dengan single-beam, pada spektrofotometer double-beam, nilai blanko dapat langsung diukur bersamaan dengan larutan yang diinginkan dalam satu kali proses yang sama. Prinsipnya adalah dengan adanya chopper yang akan membagi sinar menjadi dua, dimana salah satu melewati blanko (disebut juga reference beam) dan yang lainnya melewati larutan (disebut juga sample beam). Dari kedua jenis spektrofotometer tersebut, spektrofotometer double-beam memiliki keunggulan lebih dibanding single-beam, karena nilai absorbansi larutannya telah mengalami pengurangan terhadap nilai absorbansi blanko.Selain itu, pada single-beam, ditemukan juga beberapa kelemahan seperti perubahan intensitas cahaya akibat fluktuasi voltase.
Spektrofotometri dikenal menjadi dua kelompok utama, yaituspektofotometri atom dan spektrofotometri molekular. Dasar dari spektrofotometriatom adalah tingkat energi elektron valensi suatu atom atau unsur. Dasar spektrofotometri molekul adalah tingkat molekul yang melibatkan energielektronik, energi vibrasi, dan energi rotasi. Spektra absorbansi darispektrofotometri atom lebih sederhana daripada spektra molekulnya karenakeadaan energi elektronik tidak mempunyai sub tingkatan vibrasi-rotasi. Jadi,spektra absorbansi atom terdiri dari garis-garis yang jauh lebih tajam daripada pita-pita yang diamati dalam spektroskopi molekuler (Harjadi 1993)